Ini bukan yg pertama gan, tapi dah berkali kali malaysia melakukan kampanye negatif ttg indonesia baik secara langsung maupun tidak. Cara yg dipake classic gan yang positif-positif diambil malaysia sedangkan yang negatif diberikan ke Indonesia.
1. Sawit indonesia merusak hutan, sawit malaysia membantu lingkungan
Ini salah satu contoh bagaimana Malaysia selalu berkampanye negatif ttg indonesia. Perhatikan beberapa point yg disampaikan di acara tersebut:
-Indonesia: diwakili oleh bustar maitar dari greenpeace
-Malaysia: diwakili oleh pemerintah: yusof basirof
-1/2 dari RSPO dari malaysia, sedangkan indonesia adalah negara dg deforestasi tercepat di dunia 1.8jt ha/y
Solusi yg ditampilkan untuk mengcompete dampak negatif palm oil adalah menstop deforestasi.
Dari sini saya sebagai orang awam bisa menarik kesimpulan bahwa solusinya adalah indonesia harus menstop perluasan palm oil, wtf!!! selain itu kenapa tidak ada wakil dari indonesia yang pro disini?
Dan kenapa tidak diungkapkan fakta bahwa luas indonesia jauh lebih besar dari malaysia dan perbandingan hutan thd luas keseluruhan daratan indonesia masih salah satu yg terbaik di dunia? bukankah ini berarti bahwa malaysia berkampanye agar indonesia tidak bisa memanfaatkan luas wilayahnya secara efektif?
Menurut ane Bustar maitar ini antek2 yg didanai pihak asing untuk memberikan gangguan thd kemajuan indonesia dg menggunakan bendera greenpeace. Kalaulah benar2 mau objectif berarti harus menggunakan seluruh data dong, jangan yg sekarang saja, berarti masih ada amerika bahkan malaysia yg laju deforestasinya lebih besar.
Kasus terakhir ttg sinar mas, dimana dengan derasnya tudingan greenpeace thd sinar mas yg menyebabkan unilever menstop pembelian dari sinar mas pada tahun 2009. 2010 ini Tim Independent Verification Exercise (WEX) telah melakukan verifikasi dan hasilnya adalah Sinar Mas tidak melakukan perusakan hutan, tetapi tetap saja
Greenpeace tidak menerima verifikasi team independent ini dan tetap menyerang sinar mas. Sebagai informasi tambahan, raksasa2 kelapa sawit dari malaysia sudah menyiapkan dana standby untuk mengakuisisi lahan kelapa sawit dari sinar mas jika akhirnya sinarmas ambruk akibat case ini. Sudah jelas apabila apa yg direncanakan greenpeace ini goal, akan terjadi perpindahan produksi CPO secara besar2an dari Indonesia ke Malaysia karena Smart ini adalah perusahaan CPO nomer 2 di Indonesia.
Selain itu kampanye malaysia yg menuding program sawit di perbatasan sebagai kegiatan yg memusnahkan orang utan dan tentunya didukung oleh bustar maitar sang penghianat telah menyebabkan pendekatan ekonomi untuk mengamankan perbatasan malaysia-indonesia di kalimantan yg diharapkan menyelesaikan berbagai masalah perbatasan seperit penyelundupan kayu juga terhenti karena tidak ada perusahaan sawit yg berani menggarap wilayah perbatasan. Hal ini sungguh sangat merugikan pertahanan dan keamanan Indonesia.
2. Yg merampok selat malaka orang indonesia, yg mengamankan malaysia.
Yg ini memiliki maksud terselubung sebagai pengakuan kedaulatan thd wilayah malaysia di daerah sengketa. Bodohnya lagi aparat2 indonesia tidak menyadari ini.
Lagi2 gan sourcenya tidak imbang. walaupun sutting kebanyakan di indonesia tapi komentar yg dijadikan sumber adalah komentar pemerintah malaysia dan sama sekali tidak ada komentar dari pemerintah indonesia.
PEMERINTAH HARUS MEMBALAS HAL INI DG MENSPONSORI ACARA TENTANG DILINDUNGINYA MAFIA2 KAYU DALAM MENJARAH HUTAN INDONESIA !!! hal ini penting karena kerusakan akibat mafia malaysia ini lebih besar dari pada perkebunan sawit.
Kerugian Malaysia vs Kerugian Indonesia:
- Dari sisi investasi, ujar Imam, Malaysia telah menanamkan investasinya di berbagai bidang seperti perbankan dan perkebunan kelapa sawit. Jika hubungan kedua negara tetangga ini terputus maka pihak Malaysia tidak bisa mengambil kembali investasi yang sudah tertanam di Indonesia."Secara kepentingan investasi, investasi Malaysia lumayan besar di Indonesia. Terus kalau benar kita gontok-gontokan, uang yang sudah tertanam, mau bagaimana?" ujarnya.
- Dari sisi tenaga kerja, lanjut Imam, selama ini, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang membuat Malaysia memiliki daya saing. Jika tidak ada TKI yang murah maka perusahaan Malaysia akan mati. Pasalnya, orang-orang Malaysia bukanlah buruh kasar yang bisa dipekerjakan sebagai buruh kasar. "Perusahaan Malaysia pasti mati,kebun-kebunnya nggak ada yang ngurus. Berhenti semua tuh proyek, kan orang Malaysia bukan buruh kasar," ujarnya. Selain itu, Imam menyatakan TKI di Malaysia jumlahnya sangat banyak. Ada sekitar 2 juta lebih TKI di Malaysia. Angka itu merupakan sepersepuluh dibandingkan rakyat Malaysia. "Jadi setiap 10 orang Malaysia ada 1 orang Indonesia. Ini bagaimana ngusirnya? Akan sulit," ujarnya. Tambahan TS: Sedangkan apabila Indonesia menarik TKI maka masih banyak pasar TKI indonesia khususnya di timur tengah dan asia tengah.
- Untuk rencana travel advisory, Imam menilai justru Malaysia yang akan menjerit dari kebijakan yang ditetapkan pemerintahannya. "Itu (travel advisory) siapa yang akan rugi. Maskapai yang menghubungkan Malaysia-Indonesia itu kan dari Malaysia. Dari situ saja sudah rugi. Belum lagi pariwisata,lebih besar mana, banyakan orang Indonesia yang ke sana dibanding mereka ke sini. Padahal tempat pariwisata di Malaysia juga biasa saja," ujarnya. Tambahan TS: Bayangkan kalo pemerintah Indonesia membalas, pariwisata dan perusahaan penerbangan malaysia bisa colaps
- Sedangkan dari sisi ekspor, Imam menyatakan barang-barang ekspor Indonesia ke Malaysia merupakan raw materials yang pasarnya sangat luas. Artinya, jika Indonesia kehilangan Malaysia sebagai pasar ekspor maka masih banyak negara lain yang mau menerima barang ekspor Indonesia."Ekspor itu banyakan raw materials, seperti batubara, sawit, masih banyak donk pasarnya. China, India masih mau nampung. Pasar Cina dan India kira-kira 50 kali lipat dibandingkan pasar Malaysia. Nggak jadi masalah ekspor impor," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar